• LiveSmart Indonesia

Rahasia Mendidik Anak Bilingual di Rumah



Parents, ingin anak kita lancar berbahasa Inggris? Atau sekaligus lancar bahasa lain juga seperti Mandarin atau Jepang?


Dambaan orang tua muda saat ini adalah bisa mengajarkan anak untuk aktif berbahasa asing, terutama bahasa Inggris karena penguasaan bahasa Inggris yang baik merupakan salah satu faktor yang akan membawa karir yang lebih baik di masa depan. Selain itu, penelitian ahli linguistik menguatkan pandangan yang mengatakan bahwa anak yang diajarkan dua bahasa sejak dini memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik daripada anak yang hanya diajarkan satu bahasa saja. Di Indonesia, bahasa Inggris merupakan bahasa kedua karena kita memiliki bahasa daerah dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama.


Setiap anak memiliki kemampuan berkomunikasi sejak ia masih dalam kandungan. Dalam perkembangannya, anak akan menyerap, meniru, dan menggunakan kata-kata yang diucapkan oleh orang dewasa di sekitarnya. Sehingga akhirnya banyak orang tua mengirimkan anak ke kursus bahasa Inggris atau sekolah yang menggunakan dua sampai tiga bahasa supaya anak banyak menyerap kata-kata dalam bahasa yang berbeda.


Menurut para ahli linguistik, penguasaan bahasa Ibu dan bahasa kedua oleh anak di usia dini dilakukan dengan dua cara. Cara yang pertama, yaitu simultan dalam waktu bersamaan anak dikenalkan dan dibiasakan menggunakan bahasa Ibu dan bahasa kedua di usia dini. Cara ini bisa digunakan bila memang orangtua mahir dalam berbahasa Inggris. Sedangkan cara kedua, yaitu runtunan atau sekuensial dengan membiasakan anak berbahasa Ibu terlebih dahulu, kemudian baru dikenalkan dengan bahasa Inggris untuk bahasa keduanya. Biasanya, di rumah Ibu akan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah dalam berkomunikasi sehari-hari, dan di sekolah anak akan mendapatkan kosakata dan kalimat baru dalam bahasa Inggris.


Rahasia kedua berkaitan dengan kepercayaan diri Ibu dalam berbahasa, yang nantinya menentukan anak akan memilih bahasa apa yang akan lebih dikuasainya. Bila orangtua memiliki percaya diri tinggi terhadap bahasa asing maupun bahasa Ibu, maka anak juga akan lebih percaya diri berkomunikasi bilingual. Bila orangtua hanya menguasai bahasa Ibu, anak tetap akan bisa bilingual, hanya ia akan cenderung memilih bahasa Ibu saat berkomunikasi.


Banyak yang bilang, malu berbahasa Inggris karena cara bicaranya tidak seperti orang Inggris tulen. Saran terbaik untuk menghilangkan malu tersebut adalah mencoba mengucapkan kalimat bahasa Inggris dengan logat atau nada seperti kita biasa bicara. Misal Ibu terbiasa berbahasa Indonesia dengan logat Jawa, coba ucapkan kalimat bahasa Inggris dengan logat Jawa juga. Seperti orang Singapura bicara bahasa Inggris dengan logat Singapura.


Rahasia ketiga untuk membiasakan anak bilingual adalah dengan "Code Switching" atau "Language Mixing", di mana bisa mencampurkan kata-kata dari dua sampai tiga bahasa ke dalam satu kalimat. Contoh pemakaian kata-kata bahasa Indonesia, Jawa, Inggris dalam kalimat: "If you want to eat, ambil nasi dan lauk di atas meja di pantry. Ojo sing nang rice-cooker yo". Atau mungkin Ibu bisa bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang: "Coba pakai baju barunya. Wow, you look so cute. Kawai desuka."


Memang awalnya akan terdengar aneh. Namun tidak ada salahnya kan mulai dibiasakan di rumah demi masa depan anak kita?


Stay tuned juga ya di platform Livesmart yang lainnya:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

Twitter

25 views
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Kamal Muara, Penjaringan,

North Jakarta City, Jakarta 14470

©2020 BY LIVESMART INDONESIA

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle