• LiveSmart Indonesia

Narsissistic parenting? Apa itu?



Menurut psikolog, narsissistic parenting adalah segala hal yang dilakukan orangtua terhadap anak-anak, hanya demi image atau reputasi diri sebagai orangtua. Jika anak baik, dia merasa dirinyalah yang berjasa. Sebaliknya, ketika anak buruk, dia merasa sangat gagal menjadi orangtua dan menyalahkan anak, bukan menyalahkan dia sebagai orangtua. Ketika anak berhasil atau sudah dewasa lalu mandiri, maka orangtua dengan kategori narcissistic parents akan merasa tersaingi dan cenderung ingin anak berada di bawah bayang-bayang mereka terus.

Tanda-tanda parents sudah menerapkan narsissistic parenting:

1. Merendahkan kepecayaan diri anak Orangtua yang narsis merasa terancam dengan bakat dan kesuksesan yang diraih anak, karena ini bisa mengusik ego orangtua.

2. Selalu merasa lebih unggul Orangtua narsis biasanya mempunyai kebiasaan yang salah untuk membentuk citra diri mereka, dengan menyombongkan tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan. Termasuk kepada anak mereka

3. Menciptakan image yang sempurna Senang menunjukkan ke orang-orang betapa spesialnya mereka, senang mencari pujian dan perhatian dan menunjukkan kelebihan yang mereka punya. Intinya ingin menunjukkan apa yang mereka punya dan apa yang orang lain tidak punya.

4. Membandingkan “Kenapa sih kamu nggak bisa sebagus sepupu kamu?”. Kata-kata seperti ini bertujuan agar anak mau berusaha lebih baik agar bisa jadi yang terbaik dan ‘mengalahkan’ orang lain

5. Memberi tekanan kepada anak untuk jadi sempurna “Jadi yang terbaik maka mama akan bangga sama kamu.” Sebaliknya jika anak tidak memenuhi ekspetasi orang tua, maka mereka akan mengatakan, “Kalau kamu nggak bisa sesuai dengan harapan mama dan ayah, kamu gagal menjadi anak kami.”

Dampak dari narsisstic parenting: 1. Anak jadi merasa tidak didengarkan, disayangi, dan diperhatikan

2. Anak akan merasa takut menunjukkan kepribadian mereka yang sesungguhnya dan lebih mengutamakan pencitraan.

3. Anak tidak punya role model untuk hubungan emosional yang sehat.


Ada berbagai macam pola asuh yang dilakukan orang tua, namun ada juga yang kurang baik untuk kesehatan jiwa anak mereka. Menurut parents bagaimana dengan pola asuh yang satu ini?

Kita bisa jadi mengasuh dengan narcissistic parenting, namun di sisi lain, bisa juga kita adalah korban dari orangtua yang narsis pada zaman dulu. Agar pola asuh narsistik ini tidak terulang ke anak-anak kita, menyadari bahwa pola asuh ini adalah salah bisa menjadi langkah awal yang baik untuk memperbaiki semuanya.


Stay tuned at another Livesmart platform:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

Twitter

13 views
LOGO.png
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Penjaringan, Jakarta Utara

Contact Us:

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle

©2020 BY LIVESMART INDONESIA