• LiveSmart Indonesia

Mengajarkan Kemenangan dan Kekalahan Pada Anak



Di dunia ini sudah pasti ada yang namanya kemenangan dan kekalahan. Banyak orang yang menjadi angkuh dan melambungkan diri saat menang, dan tidak sedikit juga orang yang merasa terpuruk dan menyerah ketika mengalami kekalahan. Padahal kalau kita tahu cara menyikapinya, kemenangan dan kekalahan sama-sama akan membuat diri kita menjadi lebih baik. Dan pastinya juga, kita ingin anak kita dapat menjadi bijak dalam menghadapi kedua hal tersebut, bukan?


Hal pertama yang dapat kita lakukan sebagai orang tua adalah untuk memberikan pemahaman konsep dari menang-kalah itu sendiri kepada anak kita. Beri mereka tahu bahwa tidak selamanya manusia akan menang terus, dan juga sebaliknya. Akan ada satu masa ketika mereka akan menang, akan ada pula saatnya mereka akan mengalami kekalahan. Hal ini akan membuat anak menghindari rasa sombong ataupun rendah diri.


Lalu apa yang harus dilakukan ketika sang anak menang?

Contohnya anak kita memenangkan sebuah perlombaan, kita sebagai orang tua dapat memuji kemampuannya sehingga mereka termotivasi agar bisa meraih kemenangan lagi di kesempatan selanjutnya.


Namun hati-hati parents, dalam beberapa kasus anak yang sangat ingin menang, mereka dapat berbuat curang untuk mendapatkan kemenangan tersebut. Dalam kasus ini kita dapat mengajarkan anak mengenai empati. Contohnya kita dapat menanyakan sang anak seperti, “Kamu tahu kan, tindakan seperti itu (curang) akan membuat teman kamu kalah? Coba kamu bayangkan kalau kamu berada di posisi teman kamu, apa yang akan kamu rasakan?” hal ini akan membuat anak kita berpikir dan sadar bahwa apa yang dia lakukan itu tidak seharusnya dilakukan.


Bagaimana kalau kalah? Apa yang harus dilakukan?

Apabila anak kita mengalami kekalahan, kita harus berusaha untuk tidak memberikan kritik terlebih dahulu apalagi membanding-bandingkan dengan anak lainnya karena hal itu akan membuat mereka merasa semakin down atau terpuruk. Kita bisa mengubah kritik kita dengan menyemangati mereka dan kembali memotivasi agar mereka berkeinginan untuk mencoba kembali di lain kesempatan. Tegaskan kepada mereka bahwa merasa sedih itu wajar dan boleh, namun setelah itu mereka harus dapat bangkit dan mengevaluasi hal apa saja yang dapat diperbaiki untuk kedepannya.


Hal ini dapat memberikan semangat untuk berkompetisi di mana mereka harus dapat membuat keputusannya sendiri dan menerima resiko atas keputusan yang mereka ambil. Jika memang keputusan yang mereka ambil membuat mereka kalah, kita dapat memberikan masukan yang membangun dan mereka bisa belajar agar tidak melakukannya kembali di lain waktu.


Bersaing dalam kehidupan itu tidak bisa dihindari dan sebenarnya bukanlah hal yang negatif. Namun untuk belajar menerima kemenangan dan kekalahan dapat tercapai dengan waktu dan latihan.

Mengajarkan anak soal ketahanan dan kemampuan menerima kekalahan akan membuat mereka lebih sukses, karena mereka belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dunia dan hal ini hanya kesempatan bagi mereka untuk mencoba lagi.


Stay tuned juga ya di platform Livesmart yang lainnya:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

Twitter

11 views
LOGO.png
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Penjaringan, Jakarta Utara

Contact Us:

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle

©2020 BY LIVESMART INDONESIA