• LiveSmart Indonesia

Lebih Penting Mana, IQ atau EQ?



Dalam menilai kecerdasan seseorang, selama ini orang tua berfokus pada IQ (intelligent quotient). Padahal EQ (emotional quotient) juga merupakan faktor yang penting dalam mengetahui tingkat kecerdasan yang dimiliki anak.


Sayangnya, belum banyak orang yang mengetahui tentang EQ. Padahal, kedua jenis kecerdasan ini sangatlah berbeda.


Lalu, apa perbedaan IQ dan EQ?


1. IQ berkaitan dengan logika, EQ berkaitan dengan emosi

IQ adalah kemampuan seseorang dalam bernalar dan memecahkan masalah dengan menggunakan unsur-unsur matematiks dan logika. Kecerdasan intelektual ini juga mewakili kemampuan dalam pemrosesan visual dan spasial, pengetahuan tentang dunia, serta kekuatan ingatan.

Sementara, EQ adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengendalikan, mengevaluasi, dan mengekspresikan emosi. Kecerdasan emosional ini juga berpusat pada kemampuan, seperti mengidentifikasi emosi, mengevaluasi perasaan orang lain, mengontrol emosi sendiri, membayangkan perasaan orang lain, komunikasi sosial, dan berhubungan dengan orang lain.

2. IQ dibawa sejak lahir, EQ bisa diajarkan

Faktor genetik berperan dalam pembentukan IQ sehingga dapat dibawa sejak lahir. Namun, faktor lingkungan juga dianggap berpengaruh dan dapat dikembangkan dengan ilmu pengetahuan yang didapat dalam proses akademik.

Sementara, EQ dapat diajarkan, diasah, atau diperkuat kapan saja, terutama sejak dini dengan memberi pendidikan karakter, memodelkan perilaku positif, mendorong untuk berpikir mengenai perasaan orang lain, dan menemukan cara untuk lebih berempati terhadap orang lain.

3. IQ pandai angka, EQ pandai mengelola emosi

Anak yang memiliki IQ tinggi umumnya unggul dalam mengerjakan persoalan yang berkaitan dengan angka dan analisis data. Sedangkan, anak yang memiliki EQ tinggi dapat mengelola emosinya dengan baik sehingga terhindar dari stres, kecemasan, atau depresi. Bahkan mereka mampu memahami perasaan orang lain dengan baik.

4. IQ baik akademis, EQ baik bersosialisasi

Rata-rata orang yang memiliki IQ tinggi di dalam bidang akademis cenderung memiliki nilai-nilai yang bagus dalam tes. Sayangnya, kecerdasan akademis bukan jaminan mereka dapat bersosialisasi dan membangun hubungan kerja atau pribadi dengan baik. Berbeda dengan orang yang ber-EQ tinggi, meski nilai akademiknya tak cukup baik namun mereka dapat bersosialisasi dengan mudah dan memecahkan persoalan-persoalan sosial.

Bagaimana mengasah IQ dan EQ?

Dalam mengasah kemampuan IQ parents bisa melatih anak untuk melakukan kegiatan yang mengasah ingatan, bermain instrumen musik atau mempelajari bahasa asing. Dan dalam mengasah kemampuan EQ, parents bisa melatih anak untuk bisa mengelola emosi, belajar memahami orang lain, dan berlatih mengembangkan keterampilan sosial.


Menurut kalian, lebih penting mana? Tinggi IQnya atau EQ? Sering kali orang-orang berfokus kepada IQ yang tinggi, padahal sebenarnya kecerdasan emosi juga penting lho, karena bagaimanapun tingginya IQ, EQ adalah yang menentukan seberapa baik kita menggunakan kecerdasan kita. EQ berperan penting dalam empati, kesadaran diri, dan mudah berbaur dengan lingkungan pada seorang anak.


Stay tuned at another Livesmart platform:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

Twitter

56 views
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Kamal Muara, Penjaringan,

North Jakarta City, Jakarta 14470

©2020 BY LIVESMART INDONESIA

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle