• LiveSmart Indonesia

Today’s Inspiration: Kobe Bryant

Updated: Sep 7

Cidera Fisik tidak membuat patah semangat


kobe bryan

“I've played with IVs before, during and after games. I've played with a broken hand, a sprained ankle, a torn shoulder, a fractured tooth, a severed lip, and a knee the size of a softball. I don't miss 15 games because of a toe injury that everybody knows wasn't that serious in the first place.”- Kobe Bryant

“Saya telah bermain dengan infus sebelum, selama dan setelah pertandingan. Saya telah bermain dengan tangan yang patah, pergelangan kaki terkilir, bahu terkoyak, gigi patah, bibir terputus, dan lutut sebesar bola softball. Saya tidak ketinggalan 15 pertandingan karena cedera kaki yang semua orang tahu tidak begitu serius.”- Kobe Bryant


Ya, itulah salah satu ungkapan motivasi yang dikatakan oleh Pemain basket Professional NBA, Kobe Bryant. Sebelum mengetahui perjalanan karier dan kesuksesan dari Sang Legendaris, kita lihat dulu latar belakang Sang Legendaris ini.

Lahir di Philadelphia, Bryant adalah anak dari mantan pemain basket NBA, Joe Bryant. Dia adalah keponakan dari pemain basket NBA, John “Chubby” Cox. Ayahnya menamainya Kobe, karena terinspirasi dari daging yang terkenal di kota Kobe, Jepang. Bryant mulai bermain basket sejak berusia 3 tahun, dan mulai berlatih dengan video yang dirimkan kakeknya dari pertandingan Lackers, tim favorit Bryant.


Bryant mendapatkan pengakuan nasional selama karier sekolah menengah yang spektakuler. Dan tidak hanya itu, Pada saat Bryant masih berusia 17 tahun orang tuanya menandatangani kontraknya dengan Lakers hingga ia dapat menandatangani kontraknya sendiri ketika ia berusia 18 tahun sebelum musim dimulai. Bryant menandatangani kontrak rookie tiga tahun senilai $ 3,5 juta, atau sekitar 51 milyar rupiah.

Keterampilan dan teknik Kobe yang luar biasa memungkinkannya untuk mencapai beberapa rekor pencetak gol termasuk pemain termuda yang mencetak 30.000 dalam karir NBA selama kemenangan atas New Orleans Hornets pada 5 Desember 2012, pada usia 34 tahun dan 104 hari, dan paling banyak mencetak tiga angka di lapangan. seorang individu dalam pertandingan NBA (musim reguler) selama pertandingan melawan Seattle Supersonics pada 7 Januari 2003 di mana ia mencetak 12 tembakan tiga angka.


Namun kesuksesan yang dia raih bukan sesuatu yang mudah didapatkan loh guys. Ketika dia mematahkan tangan kanannya, dia melanjutkan latihan dengan tangan kirinya dengan intensitas penuh. Dia biasa berlatih selama enam jam atau lebih sampai dia membuat 800 tembakan. Dia pernah bermain dengan hidung patah hanya untuk menguji reaksi tubuhnya. Dan dia pernah tinggal di pengadilan untuk menembak dua lemparan bebas setelah merobek tendon Achilles-salah satu cedera terburuk yang bisa diderita atlet.


Namun perjuangannya tidak sia-sia, Melalui karirnya bersama Los Angeles Lakers, Kobe telah menunjukkan keterampilan, kepemimpinan, dan sportivitas seorang juara. Dia meninggalkan warisan tidak hanya di NBA, tetapi juga untuk dunia olahraga.


Kita juga bisa mengikuti jejak Sang Legendaris, Kobe Bryant yang tidak mudah menyerah, fokus pada hasil, dan selalu berlatih untuk hasil terbaik apapun yang terjadi.

Stay tuned juga ya di platform Livesmart yang lainnya:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

Twitter


  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Kamal Muara, Penjaringan,

North Jakarta City, Jakarta 14470

©2020 BY LIVESMART INDONESIA

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle