• LiveSmart Indonesia

"Kenapa anakku tidak bisa fokus belajar?"

Updated: Aug 27, 2019

Sebelum kita mulai, mari kita tanya pada diri sendiri. Apa itu sebenarnya yang disebut dengan ‘fokus’?



Mari kita ambil contoh, ada sepasang orang tua yang mengeluh karena anaknya ‘tidak bisa fokus’. Ketika ditanya mengapa, mereka menjawab bahwa anaknya hanya dapat belajar selama 5 menit lalu kemudian menjadi malas lagi lalu kembali bermain gadget selama berjam-jam. Namun di saat yang bersamaan sebenarnya kita dapat melihat bahwa, sang anak itu mampu untuk fokus terhadap sesuatu. Buktinya sang anak dapat bermain gadget selama berjam-jam tanpa lelah.

Apa yang dapat kita ambil dari cerita di atas?


Sang anak bukanlah ‘tidak bisa fokus’ terhadap sesuatu. Namun memang ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tidak hanya anak, melainkan juga orang dewasa ketika mereka ingin fokus dalam suatu hal. Apa saja faktor yang mempengaruhinya?


Sulit Fokus karena Tidak Tertarik

Salah satu alasan utama mengapa anak sulit fokus saat belajar adalah karena ia tidak tertarik atau tidak suka dengan materi yang dipelajari. Jangankan anak, orangtua saja bila tidak tertarik atau tidak suka pada hal yang ia pelajari pasti sulit untuk konsentrasi. Ini adalah hal yang sangat wajar dan manusiawi. Walau dipaksa bagaimanapun, bila sudah tidak tertarik atau tidak suka, pasti akan sangat sulit untuk konsentrasi.


Mengapa anak tidak tertarik atau suka pada materi pelajaran tertentu?

Belajar adalah proses yang jarang dimengerti orang awam. Kebanyakan orang berpikir saat anak pegang buku dan mulai membaca maka anak pasti belajar. Atau, guru biasanya berpikir saat mereka mengajar di depan kelas maka anak pasti belajar. Padahal hal itu belum tentu benar.

Anak sulit fokus bukan karena mereka tidak mau. Bagaimana mungkin mereka konsentrasi bila apa yang mereka pelajari tidak menarik, mereka tidak suka, tidak relevan, dan mereka merasa tidak mampu? Bagaimana solusinya? Pastikan anak merasa materi yang ia pelajari relevan, berguna, ia merasa senang, dan mampu sebelum mulai belajar.


Sulit Fokus karena Gangguan

Salah satu faktor yang membuat anak sulit konsentrasi adalah gangguan dari lingkungan atau situasi yang tidak mendukung. Saat belajar di rumah, sebaiknya tidak boleh ada gangguan seperti televisi, radio, komputer, handphone, gadget, atau apa saja yang bisa membuat anak tidak bisa atau sulit fokus.


Yang juga perlu diperhatikan adalah bila dalam satu ruang ada dua atau lebih anak belajar. Biasanya, karena gaya belajar anak berbeda, akan timbul masalah. Ada anak yang perlu keadaan tenang untuk belajar. Ada yang perlu mendengar musik atau suara televisi. Bila ini terjadi pasti anak yang butuh tenang saat belajar akan mengalami sulit konsentrasi.


Sulit Fokus karena Kelelahan

Proses, kegiatan, dan lama waktu belajar anak saat ini benar-benar menguras energi fisik maupun mental anak. Coba perhatikan jadwal sekolah anak. Umumnya sekolah masuk jam 07.15, bahkan ada yang lebih awal lagi, jam 06.30 seperti di Jakarta. Bila masuknya sepagi ini berarti anak harus bangun lebih awal lagi. Sering anak bangun dengan buru-buru, tidak sempat sarapan, masih mengantuk tapi sudah harus berangkat ke sekolah. Kondisi ini membuat tubuh fisik dan suasana hati anak tidak nyaman dan pasti berimbas pada kegiatan belajarnya di sekolah.


Menurut Seto Mulyadi, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, jam belajar anak SD di Indonesia mencapai 1.400 jam per tahun, jauh melampaui standar belajar jam per tahun yang ditetapkan UNESCO yaitu hanya 800 jam belajar.


Sedangkan rata-rata jam belajar untuk anak SMP dan SMA di Indonesia, menurut UNESCO, adalah 1.680 jam atau setara dengan 42 jam per minggu. Ini tentu jauh lebih lama dibandingkan dengan lama waktu belajar per minggu anak SMP dan SMA di Jepang yang hanya mencapai 30 jam, Perancis 32 jam, dan Australia 25 jam. Dan ini belum termasuk waktu yang dihabiskan untuk les.


Rata-rata anak SD belajar di sekolah 5-7 jam per hari. Setelah pulang sekolah biasanya anak masih belajar lagi di tempat les. Ini bisa 3 – 4 jam lagi. Total dalam sehari anak diforsir belajar selama 8 sampai 10 jam. Bisa dibayangkan betapa lelah fisik dan mental anak. Dalam kondisi kelelahan seperti ini anak tentu sulit konsentrasi karena butuh istirahat.


Sulit Fokus dan Gaya Belajar

Dari cara memasukkan informasi ke dalam otak, melalui lima indera, kita mengenal ada lima gaya belajar: visual (penglihatan), auditori (pendengaran), tactile/kinestetik (perabaan/gerakan), olfaktori (penciuman), dan gustatori (pengecapan).

Biasanya kita punya dua gaya belajar dominan. Misalnya, visual dan auditori, atau visual dan tactile/kinestetik, atau auditori dan tactile/kinestetik. Namun, ada juga yang dominan hanya di satu gaya belajar.


Anak visual belajar dengan cara melihat, membaca, baik itu buku, brosur, internet, poster, mindmap, atau apa saja yang dapat dilihat atau dibaca. Anak ini dapat duduk diam memerhatikan guru atau orangtua, dan cenderung suka mencoret-coret.


Anak auditori belajar dengan pendengaran, lebih suka dengar cerita daripada membaca sendiri. Anak tipe ini yang biasanya suka belajar sambil ditemani ibunya. Ibu membacakan materi pelajaran, anak duduk santai atau berbaring, dan ia belajar dengan mendengar. Dan saat dites, ia bisa. Anak auditori biasanya butuh kondisi tenang untuk dapat belajar. Bila belajar sendiri, ia akan membaca dengan mengeluarkan suara agar dapat mendengar apa yang ia pelajari.


Anak tactile/kinestetik belajar melalui gerakan, sentuhan, berjalan, dan mengalami. Anak ini yang biasanya dicap sebagai anak hiperaktif karena tidak bisa duduk diam dalam waktu lama. Cara belajar efektif untuk anak ini melibatkan gerakan seperti manipulasi objek, membuat model, menggunting, menggarisbawahi, membuat mindmapping, atau apa saja yang mengandung gerak. Bila mereka tidak mendapat kesempatan bergerak dan dipaksa duduk diam, pikirannya yang akan bergerak ke sana ke mari. Dan ini yang disebut dengan tidak bisa fokus.


Stay tuned juga ya di platform Livesmart yang lainnya:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

Twitter

32 views
LOGO.png
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Penjaringan, Jakarta Utara

Contact Us:

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle

©2020 BY LIVESMART INDONESIA