• LiveSmart Indonesia

CyberBullying, Apa Dampaknya Terhadap Mental Health Seseorang?



Sebelum membahas dampaknya, apa itu CyberBullying? CyberBullying adalah perundungan dunia maya. Yaitu intimidasi yang dilakukan melalui media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran.


Apa saja yang termasuk dari CyberBullying?

1. Menyebarkan kebohongan atau kebencian atau bahkan memposting foto memalukan dari korban.

2. Mengirimkan ancaman via platform media sosial.

3. Meniru atau mengatasnamakan korban lalu mengirimkan pesan jahat kepada orang lain.

Hampir mirip dengan bullying di dunia nyata, namun cyberbullying meninggalkan jejak digital sehingga dapat menghentikan pelaku dengan lebih mudah. Sayangnya, ketika seseorang mendapat cyberbullying korban tidak dapat bersembunyi dimana pun bahkan di rumah sendiri.


Apa dampaknya jika sesorang mengalami Cyberbullying?

1. Secara Mental: Merasa rendah diri, marah, kesal, sakit hati

2. Secara Emosi: Kehilangan selera makan, sering merasa sedih dan kehilangan minat untuk melakukan hal yang biasa disukai

3. Secara fisik: Lelah, insomnia, sakit kepala dan sakit perut


Pada kasus ekstrem, korban bisa menderita depresi bahkan bunuh diri. Maka dari itu, peranan parents sangat penting untuk mencegah hal ini terjadi. Menurut psikolog, yang dapat menguatkan anak adalah orang tua sendiri, karena korban CyberBullying sangat membutuhkan dukungan dari orang terdekat.


Lalu bagaimana parents bisa mencegah anak terkena cyberbullying?


1. Batasi penggunaan Gadget yang berlebihan.

2. Filter konten yang dilihat di sosial media atau online platform apapun

3. Beri pemahaman bahwa tidak semua hal boleh diposting di sosial media. Hal yang bersifat privacy, dan pamer sebaiknya tidak share.

4. Berikan kegiatan yang dapat memboost confidence nya secara positif. Ketika anak mendapat cyberbullying kepercayaan diri mereka cenderung menurun. Maka memberikan kegiatan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri seperti workshop dan tuition sesuai minatnya.

5. Beritahu anak untuk blokir atau memprivat akun sosial media untuk menjauhi para pelaku cyberbullying.


Selain hal diatas parents juga harus memahami di usia berapa anak bisa memiliki dan menjalankan akun sosial media mereka sendiri, agar mereka bisa fokus belajar dan menyelesaikan tugas terlebih dahulu baru boleh access sosial media.


Stay tuned at another Livesmart platform:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

Twitter

12 views
LOGO.png
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Penjaringan, Jakarta Utara

Contact Us:

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle

©2020 BY LIVESMART INDONESIA