• LiveSmart Indonesia

Biasa Makan Ayamnya, Tapi Tahu Nggak Kisahnya KFC?



Kolonel Harland Sanders, sang pendiri KFC (Kentucky Fried Chicken) memiliki perjalanan inspiratif menuju kesuksesannya. Setiap harinya, ayam goreng resep Kolonel bisa dinikmati lebih dari satu miliar di seluruh dunia. Tapi ada yang tahu nggak bahwa Kolonel sempat bekerja sebagai kuli hingga tukang parkir?


Pada saat bekerja sebagai kuli, Kolonel Harland Sanders hanya mendapat upah tidak lebih dari enam belas sen. Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai tukang parkir. Di tahun 1906, ia kemudian masuk tentara angkatan darat dan dikirim ke Kuba, hingga dirinya pensiun.

Di masa pensiunnya, Kolonel hidup dengan mengandalkan uang pensiunan. Namun itu tidaklah cukup, sampai akhirnya ia bergabung menjadi tim pemadam kebakaran kereta api. Pada masa–masa itu juga, ia belajar hukum melalui koresponden, dan terus menggali kemampuannya hingga ia memperoleh ijazah di bidang hukum.


Meski sudah sering menangani kasus di beberapa pengadilan di Little Arkansas, namun ia merasa penghasilannya sangat jauh dari standar. Sampai-sampai ia berpikir bahwa ijazah yang telah diperolehnya tidak ada gunanya.


Ia pun kemudian meninggalkan profesi pengacara dan membuka sebuah stand untuk servis mobil pada tahun 1929 di Corbin, Kentucky.


Suatu hari, seorang penjual asongan berkata bahwa di kota ini tidak ada rumah makan yang bagus, sehingga siapa pun bisa makan di dalamnya dengan nyaman. Harland Sanders mengiyakan pendapat itu.

Dalam benaknya bergejolak keinginan untuk mendirikan sebuah rumah makan. Tidak satu pun orang yang tahu kalau komentar pedagang asongan tersebut akan menjadi satu titik dalam kehidupan Kolonel Harland Sanders yang kemudian akan mengubah nasibnya dan seluruh dunia.


Ia memulai dari sebuah ruangan kecil, yaitu sebuah gudang di belakang stand pelayanan mobilnya. Ia telah mengubahnya menjadi sebuah rumah makan kecil yang menjual ayam goreng dan sayur segar.

Rumah makan Kolonel Harland Sanders begitu terkenal. Untuk membuka rumah makan, ia tidak merasa kesulitan, yaitu hanya dengan menutup pom bensinnya dan mengubahnya menjadi sebuah rumah makan yang ia beri nama “Café Sanders”.


Pada tahun 1930, usahanya semakin berkembang. Rumah makannya kini dipenuhi seratus empat puluh dua orang. Mengingat cintanya terhadap pengembangan dan pendidikan yang terus menerus dalam hal apa pun, akhirnya ia mengikuti sebuah pelatihan tentang manajemen rumah makan dan hotel selama delapan minggu di Universitas Cornell.


Kolonel Harland Sanders adalah seorang penggemar ayam goreng, hanya saja tidak memakai cara klasik, yaitu dengan memakai minyak yang tidak bisa menghasilkan rasa seperti yang diinginkannya. Pada tahun 1939, ia menemukan cara jitu untuk menggoreng ayam.


Selang beberapa tahun, tata letak kota Kentucky mengalami perubahan, sehingga rumah makannya tidak lagi strategis dan menarik pengunjung. Inilah yang menjadi sebab kenapa dia terpaksa menjualnya melalui pelelangan terbuka dengan harga tujuh puluh lima ribu dolar. Jumlah ini belum cukup untuk membayar hutang–hutangnya.


Sang Kolonel memutuskan untuk pensiun. Dia mendapatkan uang sejumlah seratus lima dolar dari jaminan sosial milik Harland Sanders sendiri dan juga milik istrinya. Meski dengan kondisi jiwa yang remuk dan serba kekurangan, akan tetapi Harland Sanders tidak menyerah.


Harland Sanders mencoba menjual resep ayam goreng ala KFC ke rumah makan di wilayah Outta, AS. Ia mencoba menawarkan resepnya. Harland Sanders turun ke pasar–pasar untuk mempromosikan ide penjualan ayam KFC-nya, meski sudah tua dan terserang penyakit rematik.


Harland Sanders terkadang tidur di dalam mobil demi mencukupi pembayaran hotelnya. Selama dua tahun berkeliling, Harland Sanders hanya dapat memuaskan lima rumah makan saja. Resep ayam yang ia tawarkan lebih banyak di tolak dan ditertawakan.


Selama dua tahun berkeliling menawarkan resepnya ada lebih dari 1000 penolakan yang ia terima. Tanpa kenal menyerah dan yakin akan berhasil, ia terus berusaha.


Akhirnya resep ayam gorengnya banyak di sukai oleh masyarakat Amerika ketika itu. Perjuangannya yang tak mengenal lelah terbayar dengan lakunya resep ayam gorengnya. Hingga ketika usia kolonel Harland Sanders menginjak usia tujuh puluh tahun, jumlah rumah makan yang menjadi bagian dari franchise KFC-nya mencapai dua ratus tempat, di USA dan Kanada.


Setelah mencapai jumlah ini, Harland Sanders berhenti berkeliling karena banyak orang yang datang ke tempat tinggalnya untuk berkonsultasi. Akhirnya, dia sepenuhnya membantu sang istri untuk meracik resep makanan yang terdiri dari beberapa jenis tanaman rempah–rempah dan bumbu–bumbu.


Ia lalu menjualnya memalui pos. Hingga sekarang, resep tersebut tidak diketahui kecuali segelintir orang yang tidak melebihi jumlah jari satu tangan.


Pada tahun 1995, jumlah rumah makan tersebut mencapai sembilan ribu. Pegawainya mencapai tujuh ratus lima puluh ribu orang di sembilan puluh dua negara sedunia pada tahun 2005.


Tak ada kata terlambat untuk memulai usaha walaupun di usia sangat tua. Itulah yang dibuktikan oleh Kolonel Harland Sanders. Kisah inspiratif jatuh bangun dalam berusaha dari pendiri KFC ini sangat patut untuk disimak.


Stay tuned juga ya di platform Livesmart yang lainnya:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

Twitter

47 views
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Kamal Muara, Penjaringan,

North Jakarta City, Jakarta 14470

©2020 BY LIVESMART INDONESIA

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle