• LiveSmart Indonesia

Anak Usia Remaja, Namun Kelakuan Masih Seperti Anak Kecil?

Pertama, coba kita lihat ciri-cirinya:

› Sulit untuk memutuskan sesuatu

› Belum punya goals/cita-cita

› Kurang bisa membagi waktu antara belajar dan bermain

› Tidak dapat menerima kritik/feedback

› Tiada tanggung jawab


Bila anak anda memiliki salah satu atau lebih dari ciri-ciri di atas, kemungkinan mereka masih tergolong ‘anak kecil’ dalam mentalnya.


Lalu bagaimana solusinya?


Sulit untuk memutuskan sesuatu

Dalam memutuskan sesuatu, berikan anak kebebasan sedikit demi sedikit dalam hal kecil. Buatlah kebiasaan terlebih dahulu sebelum sang anak lanjut pada keputusan yang lebih besar. Dengan ini anak akan merasa lebih dihargai juga dan kepercayaan diri untuk memutuskan sesuatu juga akan lebih besar.


Belum punya goals/cita-cita

Anak yang masih belum mempunyai goal dalam hidupnya disebabkan karena anak itu kurang giat untuk mencari dan mencoba. Karena yang mengetahui dan dapat menentukan masa depan anak adalah diri mereka sendiri, kita sebagai orang tua hanya dapat mendukung dan memberikan fasilitas yang memadai untuk masa depannya. Bantulah sang anak dengan sharing beberapa lapangan kerja yang mungkin sang anak juga belum kenal, dan ajak dia untuk menggali lebih dalam tentang minat dan bakatnya. Bisa juga dengan mengikuti beberapa tes professional, anak anda mungkin akan terbuka mengenai minatnya.


Kurang bisa membagi waktu antara belajar dan bermain

Terkadang anak merasa lupa waktu ketika mereka sedang bermain. Atau mereka tidak punya arahan dalam pembagian waktu sehari-hari mereka. Hal ini menjadi kebiasaan yang sulit untuk diubah juga. Yang bisa dilakukan orang tua adalah, bantu buatkan anak time table terlebih dahulu sebagai contoh yang kemudian bisa diikuti selanjutnya oleh anak. Berikan juga waktu bermain yang sepadan dari hasil belajar mereka ya, agar mereka juga semangat dalam mencontoh time tablenya.


› Tidak dapat menerima kritik/feedback

Anak yang tidak dapat menerima kritik cenderung anak yang menutup dirinya. Beberapa dari mereka juga takut karena beranggapan kritik = dicemooh. Kita sebagai orang tua harus menanamkan terlebih dahulu, bahwa tujuan kritik adalah supaya kita bisa membangun diri menjadi lebih baik. Dengan kritik, tandanya orang di sekitar kita peduli dengan apa yang kita lakukan dan mereka ingin kita berkembang.


Tiada Tanggung Jawab

Tanggung jawab sejak dini sangatlah penting untuk anak. Karena di masa depannya mereka harus bertanggung jawab pada diri sendiri dalam kehidupannya, contohnya dunia kerja. Berikanlah kesempatan bagi anak anda untuk dipercayai lebih dalam melakukan suatu hal, mulailah juga dari hal kecil seperti menjaga adiknya, bangun tepat waktu agar tidak terlambat ke sekolah, memberikan budget uang perbulan yang di mana sang anak harus bisa membagi budgetnya dengan baik. Dengan praktik ini, sang anak akan langsung merasakan kepemilikan tanggung jawab, dan akan lebih percaya diri karenanya.


Stay tuned juga ya di platform Livesmart yang lainnya:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

6 views
LOGO.png
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Penjaringan, Jakarta Utara

Contact Us:

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle

©2020 BY LIVESMART INDONESIA