• LiveSmart Indonesia

7 Cara Pintar Saat Berargumen. Kamu Sudah Terapkan Belum?

Updated: May 27, 2019




Dengan adanya Social Media, kita dapat membuat argumen secara lebih bebas. Namun banyak lho yang membuat Social Media menjadi wadah argumen yang tidak sehat berujung putusnya tali pertemanan, bahkan nggak sedikit yang sampai berujung fatal hanya karena cara argumen yang salah.


Apakah kamu juga pernah mengalaminya? Kalau iya, jangan-jangan ada yang salah dengan caramu berargumen. Supaya kamu kelihatan lebih pandai ketika berargumen, coba gunakan delapan cara ini:


1. Selalu menggunakan bahasa yang sopan

“Makasih ya idenya. Tapi sejujurnya ada beberapa hal yang aku kurang setuju. Misalnya poin A, karena..”

Dengan berargumen bukan berarti kamu mencari musuh. Tujuan dari argumen adalah menemukan titik tengah dari pandangan kamu dan lawan bicaramu. Kalau kita menyampaikan argumen dengan sopan, lawan bicara kita pun akan lebih respect pada kita dan lebih ingin mendengar sehingga dapat memahami apa yang kita maksud. Kamu sendiri nggak suka kan, kalau ada orang lain yang menggunakan bahasa tidak sopan yang dirasa seperti merendahkan kamu?


2. Jangan serang orangnya, tapi serang pendapatnya

“Kenapa aku harus setuju? Kamu aja belum kerja, bahkan nggak punya gelar apa-apa.”

Kalimat di atas ini adalah contoh pembelaan yang tidak masuk akal karena menggunakan hal personal/pribadi lawan bicara. Kamu boleh kokoh dalam pendirian kamu, bahkan itu perlu. Tapi jangan sampai hal itu membuat kamu menjatuhkan lawan bicara kamu dengan hal yang pribadi/personal. Kemampuan kamu dalam membuat argumen yang tetap dalam jalurnya juga merupakan salah satu penilaian lawan bicaramu bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk diajak argumen.


3. Kamu harus berargumen dengan fakta atau bukti yang ada

“Menurutku, A sama dengan C. Karena berdasarkan penelitian X, B lah yang membuat A menjadi C.”

Semua bisa kok berpendapat, tapi belum tentu semuanya berdasarkan fakta. Selama tidak ada bukti yang mendukung, pernyataan yang dibuat dalam argumen tersebut tidaklah valid. Hal ini juga yang membedakan tingkat kualitas argumen kamu. Kalau kamu ingin debat/argumenmu berbobot, kamu harus bisa memperlihatkan bukti yang jelas dan terpercaya.


4. Tetap tenang dan sabar. Jangan mudah terpancing emosi

Mendengar pendapat yang bertolakbelakang dengan pendapat kita sendiri memang terkadang bisa bikin emosi. Tapi emosimu jangan sampai dibiarkan karena emosi bisa menjadi sumber berbagai masalah. Kamu nggak hanya jadi sulit berpikir jernih tapi juga bisa memicu konflik. Tetaplah menghadapi argumen dengan berkepala dingin dan jangan mudah tersinggung ya.


5. Tidak terbawa perasaan

“Aduh, kok nggak ada yang setuju sama pendapatku ya? Apa jangan-jangan mereka nggak suka sama aku?”

Jangan hanya karena pendapatmu ditolak, kamu berpikir kalau orang-orang tidak menyukaimu. Begitu juga sebaliknya, jangan hanya karena kamu gak suka sama orang tersebut, lantas setiap argumennya kamu tolak mentah-mentah. Sangat tidak logis bukan? Dalam berdebat, kamu juga harus bisa menjadi profesional. Profesional dalam arti bahwa kamu gak melibatkan perasaanmu, hanya sebatas logika berpikir dan pengetahuanmu saja.


6. Mengalah bukan berarti kamu kalah

“Aku akuin deh kamu memang lebih tahu dalam hal ini. Mungkin aku harus lebih banyak belajar lagi”

Di dalam debat sesungguhnya tidak ada yang menang dan yang kalah. Apabila argumenmu berhasil terbantahkan jangan dianggap sebagai suatu kekalahan. Anggaplah sebagai sebuah pelajaran baru bagimu. Jangan terlalu berbesar hati juga ketika argumenmu ternyata dibenarkan, karena belum tentu kamu akan benar di lain kesempatan.


7. Ketika akhirnya debatmu tidak menghasilkan kesepakatan, agree to disagree aja

“Wah sepertinya aku masih belum bisa sependapat denganmu karena beberapa alasan. Semoga kita bisa satu suara di lain kesempatan ya.”

Debat juga tidak melulu harus menghasilkan kesepakatan kok. Bahkan jika kamu liat dari sisi positifnya, debat yang tidak berujung membuktikan keberagaman pendapat dan tentunya patut dihargai. Debat juga bukan untuk menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan membuatmu melihat suatu hal dari perspektif lain dan juga membuka wawasanmu. Jadi, tetaplah rendah hati dan jangan takut kalau pendapatmu disanggah dan dilawan, karena hal itu cuma ditakutkan oleh orang-orang yang berpikiran sempit.


Stay tuned juga ya di platform Livesmart yang lainnya:

Facebook

Instagram

Spotify (Podcast)

81 views
  • Green Lake City, Ruko Colosseum No.12, Cengkareng, Jakarta Barat

  • UNION SPACE 6th floor. PIK Avenue, Jl. Pantai Indah Kapuk, RT.6/RW.2, Kamal Muara, Penjaringan,

North Jakarta City, Jakarta 14470

©2020 BY LIVESMART INDONESIA

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter - Black Circle
  • LinkedIn - Black Circle